Puisi saya nii ..

Judul : Nikmatku,Hilangmu
Kau yang diam tersudut di kamar
Dipenjara di tengah lingkaran besar tanah liat
Bercorak untaian garis dan pahatan tangan
Hanya demi hiasan?
Ah, aku tak sangka itu
Takdirmu, tanaman hias

Hijaunya daunmu sejukkan hatiku
Hapus ilalang di pikiranku
Dengan karismamu, kau curi pandangku
Tapi, kau telah layu, tenggelam di sejuta hasratku untuk berlari mengejar mimpi-mimpiku
Tak ada lagi embun pagi di helaian sunyi daunmu
Aku tak bisa lagi hirup nafas kehidupan yang kau hembuskan

Kuat batangmu dibelah kasar oleh mesin pemotong itu
Tak peduli sakit dan derita di hidupmu
Kayumu disusun, dipaku, didandani hingga menjadi sangkar emas
Dipahat, diberi sentuhan gemulai di setiap lekuknya, menjadi buah keringat para manusia yang ikut nafsunya keliling kota
Menjadi algojo baju-baju mewah sang pujangga
Menjadi alas berkaki empat yang tak dicinta
Menjadi perangkai kata-kata sang penyair
Tapi, kau hanya diam, membisu tanpa suara
Takdirmu, tanaman hutan

Rimbunnya daun lebatmu, sang peneduh ketika silaunya mentari menyipitkan mataku, membakar tubuhku, menyulut api amarahku
Telah hilang ditelan zaman saat kalbu pekat menghitam
Engkau hancur bagai tulang yang keras, rapuh dan rentan
Hanya demi nikmat kami semata

Kini, kaupun pupus, kala malam senyap menghampiri
Dibawa pergi, dicuri orang-orang tak berhati
Tak menjejak, tak ada bekas di tanah
Aku tak bisa lagi mengejarmu
Pesona gagahmu tak kulihat lagi
Tersembunyi di remang-remang sinar rembulan malam
Perlahan, punah ditelan waktu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar