just my story .. *lanjutan

Tiba-tiba, Chloe nyamperin Klenting dengan gaya senganya.

“Hahahaa.. Sekarang si jenius Klenting lagi mewek … hahahaaa! Rasain lu!” kata Chloe dengan nada bicara dan ketawanya yang sinis.

Klenting yang sebenernya merasa terganggu karena kehadiran Chloe diam aja. Dia nggak menggubris sama sekali omongan Chloe. Chloe yang tentu saja pasti merasa kesal karena dikacangin Klenting langsung angkat suara lagi, “Hello, hei! Gue ngomong sama lu ya! Lu tuli ya?!”

Klenting yang lama-lama merasa tersisihkan, langsung berdiri dan menantang Chloe dengan berani, sambil berkata, “Ada urusan apa lu sama gue sampe ngebentak gue kayak tadi?! Lu pikir lu siapa?! Cuma manusia biasa, kan?! Tapi gue nggak suka gaya lu, SENGA!”

“Hei!” teriak Chloe sambil menggebrak meja sampai semua anak memperhatikan mereka. “Sialan bener lu ya! Berani banget lu ngelawan gue! Lu siapa di sini, hah?!”

Klenting langsung tersenyum sinis pas denger omongan Chloe tadi, dan langsung menanggapi hal itu, “Ya iyalah berani! Emangnya lu Tuhan harus gue takutin? Gue manusia, wooy, buta ya lu? Makanya punya mata tuh dipake! Emang ada urusan apa sih lu tiba-tiba ngebentak gue gitu?”

Chloe yang IQ-nya jongkok sehingga nggak bisa ngebacot seperti Klenting terdiam. Namun bisa diakui, body Chloe bagus banget, sampe-sampe Raffqi suka sama Chloe. Chloe pun langsung berkata supaya nggak dikatain bego, “Gue cuma mau nanya, kenapa lu nggak ngucapin selamat ke gue? Gue udah resmi jadian lohh sama Raffqi. Dan dan dan, dia yang nembak gue duluan! Mampus lu!”

Mendengar perkataannya Chloe, Klenting langsung terduduk lesu. Tanpa terasa, air matanya mengalir keluar membasahi pipinya. Hatinya begitu sakit, dia nggak kuat lagi menghadapi ini semua. Akhirnya, ia langsung berlari ke arah taman belakang yang jarang didatengin sama anak-anak lain.

Nyampe di taman itu, Klenting langsung menangis puas. Semua isi hatinya keluar lewat tangisan. Dia bener-bener nggak nyangka kisah percintaannya bakalan berakhir kayak gini. Sahabat bisa jadi cinta, tapi ujung-ujungnya Klenting juga yang bakal tersakiti.

Pas Klenting lagi nangis, tiba-tiba ada cowok ganteng (kayaknya mah kakak kelas) yang langsung membekap mulut Klenting hingga ia pingsan. Cowok itu lalu langsung membawa Klenting ke sebuah tempat yang gelap, sumpek, dan apek banget. Sementara Klenting tertidur, cowok itu menunggui Klenting sampai bangun di sampingnya.

Beberapa menit kemudian, Klenting akhirnya bangun. Klenting yang nggak tau ada di mana langsung berteriak nggak jelas pas ngeliat cowok itu, “TOLONG! TOLONG!” teriaknya. “Kamu siapa? Aku ada di mana?! AAAA!”

Cowok yang ngerasa kaget itu langsung menenangkan Klenting, “ssshh.. ssshh.. Aku kakak kelasmu, tenang aja, kamu aman kok sama aku. Kamu diem dulu, aku mau ngejelasin sesuatu!”

Klenting langsung terdiam. “Apaan yang mau kakak jelasin?” ujarnya kemudian.

“Ini soal Raffqi,” kata kakak kelas itu. Mendengar nama ‘Raffqi’, Klenting langsung teringat niatnya buat bunuh diri pas nangis tadi.

“Emangnya ada apa dengan Raffqi kak? Emangnya ada hubungan apa Raffqi sama aku?” jawab Klenting dengan sangat sedih, namun berusaha menutupi rasa sedihnya dengan nada bicara yang penasaran dan mimik muka yang biasa saja.

“Tadi kan Chloe bilang Raffqi yang nembak dia. Sebenernya Raffqi nggak nembak dia. Chloe tuh mengancam Raffqi, kalo misalnya Raffqi nggak nembak Chloe, nasib ayah sama ibu Raffqi bakal buruk banget. Nah kamu tau sendiri kan kalo orangtua Raffqi bekerja jadi pembantu di perusahaan papanya Chloe? Nah, Chloe tuh menggunakan orangtua Raffqi untuk ngedapetin Raffqi, dik. Makanya kakak sengaja ngikutin kamu dari tadi buat ngomongin ini ke kamu,” jawab kakak kelas itu.

Klenting langsung terdiam kaget. Tanpa ia sadari, air matanya keluar lagi. Dan tanpa Ia sadar pula, kakak kelas itu langsung memeluknya erat ketika melihatnya menangis. Tangisannya semakin keras.

“Udah, dik. Cup cup cup. Jangan nangis dong,” hibur cowok ganteng itu.

Klenting yang nggak bisa ngomong karena masih nangis hanya merasakan dekapan hangat itu menyentuh hatinya. Ia bisa merasakan, cowok ini memeluknya bukan karena kasihan, namun karena cowok ini sayang sama dia. Namun dia melupakan hal itu. Saat ini yang ada di pikirannya hanya Raffqi. Dan sementara cowok itu memeluknya, ia menangis di pundak lebar cowok itu sambil memikirkan Raffqi-nya tersayang ….

Sepulang dari sekolah setelah kejadian di tempat gelap itu, kakak kelas itu mengajak Klenting makan es krim di restoran es krim terkenal yang baru dibuka beberapa hari yang lalu.

“Klenting, kita makan es krim yuk! Kakak tau restoran es krim enak di sekitar sini. Sekalian ngilangin rasa sedih kamu,” kata kakak kelas itu.

TO BE CONTINUED

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar