just my story .. *lanjutan2

....

“Hmm.. Ayo kak! Lagipula aku juga nggak ada kerjaan sama sekali di rumah. Hehehe.. Tapi kak, aku kan nggak bawa uang,” jawab Klenting.
“Haha, it doesn’t matter. Ayo kakak yang traktir. Kamu nggak usah bayar,” ujar kakak kelas itu dengan nada bicara yang lembut.
Sesampainya di restoran es krim, kakak kelas itu langsung ngajak Klenting duduk di tempat paling ujung yang hanya bisa ditempati dua orang. Klenting yang merasa risih langsung berkata, “Kak, pindah aja yuk. Aku nggak enak cuma makan berduaan sama kakak. Takutnya ada yang marah.”
Kakak kelas ganteng itu cuma diam dan nggak menanggapi sama sekali omongan Klenting. Dia langsung menggandeng tangan mungil Klenting dan langsung menjawab, “Ayo kita kesana!”
Klenting yang nggak bisa melepaskan tangannya dari tangan kakak kelas itu hanya bisa pasrah mengikuti kehendak cowok ganteng itu. Ternyata, kakak kelas itu telah menyiapkan satu tempat eksklusif di restoran itu spesial buat Klenting.
“Ayo duduklah,” kata kakak kelas itu tiba-tiba.
“Di sini kak? Yakin? Tapi kan kita cuma berdua,” jawab Klenting dengan sedikit takut-takut.
“Udahlah, tenang aja. Aku punya surprise buat kamu, dik,” kata cowok ganteng itu lagi, kini dengan senyuman manisnya.
Klenting terdiam. Di benaknya berlarian semua dugaan tentang surprise yang akan diberikan cowok ganteng itu. Karena ngerasa nggak enak diem-dieman gitu, Klenting langsung ngajak cowok itu ngobrol lagi, “Kak, nama kakak siapa sih? Tadi aku lupa nanya nama kakak, hehehe.”
“Oh iya dik, kita kan belom kenalan yaah? Hahaha,” jawabnya sambil ketawa ngakak. “Namaku Radit. Salam kenal ya.”
“Iya kak salam kenal juga,” ujar Klenting sambil tersenyum dan menyodorkan tangannya supaya dijabat tanda perkenalan. Saat Radit menjabat tangan Klenting, entah kenapa jabatannya begitu hangat. Klenting hanya terdiam. Namun ia cepat-cepat melupakan hal itu.
“Dik, kamu tuh suka sama Raffqi ya?” tanya Radit tiba-tiba.
Klenting kaget. Ia hanya diam. Dia nggak tau sama sekali apa yang harus dia katakan.
“Iya, kak,” jawab Klenting jujur dan dengan polosnya. “Tapi dianya nggak suka sama aku.”
Radit hanya menunduk dan terdiam. Wajahnya menyiratkan kekecewaan, namun ia berusaha menutupinya semampu mungkin.
Setelah beberapa menit menunggu, es krim pesanan pun datang. Ketika pelayan udah menaruh es krim di hadapan Radit dan Klenting lalu pergi meninggalkan mereka berdua, tiba-tiba Radit menggenggam tangan Klenting, meremasnya, lalu memandang kedalam kedua mata Klenting dengan perasaan yang sangat mendalam, lalu berkata, “Klenting, kakak suka sama kamu. Kamu mau nggak jadi pacar kakak?”
Klenting kaget setengah mati. Keringet dingin ngocor terus tanpa henti. Tangannya dingin. Sekarang pikiran antara Raffqi dengan Radit berlarian di benaknya. Dia bingung banget, sampe sampe es krim di depannya cair gara-gara nggak dimakan-makan dari tadi.
Saking bingungnya, ia langsung melepas tangan Radit dan langsung berkata, “Maaf kak, aku harus pergi.” Klenting pun langsung meninggalkan Radit sendirian.
Setelah keluar dari restoran itu, Klenting langsung menyetop taksi dan langsung ‘meluncur’ pulang ke rumah. Dia masih memikirkan kejadian tadi, pas kakak kelas yang baru dikenalnya tadi dengan spontannnya ‘nembak’ dia dengan cara yang bener-bener nggak terduga.
Sesampainya di rumah, ia langsung membuka handphone nya yang nggak pernah ia bawa ke sekolah. Di layarnya tertulis, 7 missed calls, 14 messages received. Waktu dia lihat siapa pengirimnya, dia kaget setengah mati, itu Raffqi! Spontan, Klenting langsung menelepon Raffqi dengan Nokia E63 nya itu.
1 Menit.. 2 menit.. Nggak ada jawaban. Klenting yang pantang menyerah langsung mencoba menghubungi Raffqi dengan berbagai cara. Dia terus menelepon Raffqi. Mengirim e-mail. Mengirim sms. Menelepon rumahnya. Tapi tetap nggak ada respon.
Tiba-tiba ada sms masuk. Dari seseorang yang nggak dia ketahui nomornya. Isinya gini :
Raffqi kecelakaan. Sekarang dia lagi KOMA di rumah sakit.
Klenting kaget setengah mati. Dalam hatinya dia berkata, “Pantesan aja daritadi feeling gue nggak enak. Gue harus nyamperin dia sekarang!”
Tanpa banyak bacot, Klenting langsung mengganti bajunya dan langsung berangkat ke rumah sakit.

TO BE CONTINUED

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar